I tell you ...

Happy Icon" Dear all visitors who wants tobe my friend, I'm glad sharing my blog with you,..
And so We can learn together...about all things that usefull...
Don't forget to leave your comment.I'm proud for reading
them. And so glad to share with You,my friend"..
Photobucket

Adanya saya..

Foto saya
bekasi, bekasi/jabar, Indonesia
Seorang ibu rumah tangga yang berhenti bekerja demi konsent pada buah hati yang lama di nanti.. yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus....Seorang wanita yang ingin mengabdi pada rumah tangga untuk meraih kemuliaanNYA.. Seorang perempuan yang haus ilmu,..ingin mendapat ilmu dan ingin berbagi dengan ilmu..dan ingin berguna karena ilmu..Seorang hamba Allah yang ingin saling menyetrumkan semangat bagi sesama...ingin tau lebih banyak,banyak merenung,ingin maju,.
"Semoga bermanfaat, salam kenal..and thanks for visiting me..">

Selasa, 23 November 2010

Jangan kuatir penyakit keturunan...masih bisa di antisipasi dan diatasi kok...!!


Di dalam garis keturunan kita, seringkali kita menemui hal-hal yang bersifat temurun dari titisan darah orang tua kita,semisal tabiat..warna kulit,termasuk juga beberapa penyakit yang bersifat degeneratif..Adapun halnya dengan penyakit yang bersifat temurun ini ..kita kudu jeli melihat riwayat kesehatan anak-anak kita...di bawah ini ada beberapa penyakit yang bisa saja di”wariskan” orang tua pada anaknya , antara lain :

1. OBESITAS


Adalah suatu keadaan yang diakibatkan kelebihan penimbunan lemak di tubuh yang berlebihan.Anak bisa dikatakan Obesitas apabila berat badannya lebih dari 20% dari berat badan idealnya.penelitian gizi di Amerika melaporkan bahwa anak2 dari oarng tua normal mempunyai change 10% menjadi gemuk,dan akan meningkat menjadi 40-50% bila salah satu orang tua menderita obesitas.serta meningkat menjadi 70-80% apabila kedua orang tua menderita obesitas.Apabila sedari kecil si anak mempunyai bakat gemuk.akan lebih sulit menjadi kurus di saat dewasa.karena jumlah sel yang terbentuk jumlahnya melebihi normal.angka yang diatas adalah resiko, karena semuanya berpulang pada gaya hidup dan pola makan.
Antisipasi Pencegahan :
• Kurangi makanan kaya gula, seperti pada jenis sofdrink.
• Hindari terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak tinggi.
• Jauhi mengkonsumsi cemilan, yang sering terjadi pada anak-anak.
• Berikan anak makanan padat gizi dan seimbang.
• Konsumsikan anak dengan makanan kaya serat serta sayuran.
• Lakukan aktivitas fisik untuk pembakaran kalori.

2. ASMA

Asma termasuk penyakit keturunan, berkisar 30% diturunkan dari orang tua,terutama pada Ibu dibanding dari Bapak.Orang tua dengan riwayat asma dapat menurun pada anaknya hingga 8-16%. Terlebih jika si anak peka dengan tungau debu di rumah, berikut ini antispisai pencegahannya buat buah hati kita:
Antisipasi Pencegahan :
• Jaga kebersihan rumah dari tungau debu.
• Menghindari dan menjaga makanan dari yang menyebabkan alergi.
• Membersihkan dan merawat binatang piaraan.
• Gunakan obat asma sesuai anjuran dokter.sebisa mungkin gunakan obat asma yang di hirup(inhealer) jika tidak terpaksa meminum obat asma yang diminum (oral).
• Kenali adanya faktor pencetus.pada tiap kasus berbeda anak satu dengan yang lainnya (misalnya dari makanan dan minuman dingin, kacang, bau2 tertentu seperti cat, polusi,debu.dsb).
• Hindari aktivitas atau olah raga yang berlebihan, karena ini membuat asma lebih cepat kambuh.
• Hindari stress,lakukan permainan bersama yang membuat si anak merasa enjoy.
• Lakukan olah raga ringan secara teratur, ini akan memperingan keluhan asma si kecil.

3. ALERGI

Dari penelitian ditemukan jika kedua orang tua mempunyai bakat alergi, maka si anak 70-80% ada kemungkinan terserang alergi juga.menjadi turun sekitar 30% bila hanya salah satu dari orang tuanya yang mewariskan alergi pada anaknya.
Selain karena faktor keturunan, faktor lain dariluar yang disebut alergen, adalah disebut sebut sebagai penyebab alergi.Alergen dibedakan menjadi 3, yakni alergen hidup, alergen makanan, dan alergen suntik.
Antisipasi Pencegahan :
• Hindari atau minimalkan penyebab alergi pada ibu semasa hamil.
• Hindari pencetus alergi dari lingkungan seperti kecoa,tungau,jaga dan bersihkan hewan peliharaan secara teratur.
• Tunda pemberian makanan penyebab alergi seperti telur,kacang tanah,dan ikan sampai anak berusia 2-3 tahun.
• Biasakan melihat komposisi bahan penyusunnya (ingredient)pada label makanan kemasan, bila terpaksa mengkonsumsinya.
• Bila ibu memberi ASI, hindari mengkonsumsi makanan penyebab alergi, bila tidakmemungkinkan ASI, tidak ada salahnya memberi susu formula hipoalergenik.
• Jika terlanjur si anak menyandang riwayat alergi, identifikasikan faktor pencetusnya dan hindari sebisa mungkin contohnya jika anak alergi debu.bersihkan secara teratur karpet, boneka ,kain dan sarana bermainnya.
• Tidak dianjurkan pemakaian obat anti alergi jangka panjang.

4. COLOUR BLIND/BUTA WARNA

Ditandai dengan si anak sulit membedakan warna semisal antara warna hijau dengan biru dan biru dengan merah.Ibulah yang biasanya sebagai carrier,walaupun mungkin ibu pembawa gen ini mungkin saja berpenglihatan normal dan tidak buta warna.Jika si Ibu pembawa/carrier ini memiliki anak laki-laki besar kemungkinan berisiko buta warna sekitar 50%.Umumnya jarang sekali terjadi pada anak perempuan. Biasanya deteksi dini adalah apabila si Anak sering salah dalam menyebutkan warna..dan tidak dapat membedakan warna satu dengan lainnya seperti biru,hijau, merah.
Antisipasi Pencegahan :
• anak buta warna tidak mengalami hanbatan yang berarti secara fisik, dan kesehatan.dapat beraktifitas,sekolah , merintis karir seperti anak normal lainnya.hanya saja orang tua mungkin perlu membantu dan mengarahkan beberapa profesi lain yang apabila dilakukan suatu test buta warna tidak mempermasalahkan.banyak profesi yang tersedia untuk itu nantinya.

5. HEMOFILIA

Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang normal pada umumnya, mereka butuh waktu lebih lama untuk proses pembekuan darah tersebut.
Ada dua cara untuk memastikan apakah seseorang menderita hemofilia, yaitu dengan meneliti riwayat kesehatan keluarganya bila seorang ayah hemofilia, maka sang anak perempuan pemabawa/carrier. Sementara bila si Ibu yang carrier,maka anak wanitanya 50% memiliki kesempatan menjadi seorang carrier juga.Cara kedua dengan test DNA.
Antisipasi Mengatasi :
Bila sikecil memiliki riwayat seorang penderita hemofilia perlu diperhatikan hal-hal berikut :
• Menjaga proposional berat tubuh karena berat tubuh yang berlebih dapat mengakibatkan pendarahan.apalagi bila dia pengidap hemofilia berat/akut.
• Ajaklah si buah hati melakukan olah raga secara teratur, dimana olah raga dapat memperkuat otot, sehingga otot tidak mudah cedera.Berenang adalah salah satu olah raga yang dapat dilakukan.Hindari olah raga yang memungkinkan terjadinya kontak fisik secara langsung, yang mengakibatkan pendarahan seperti tinju, sepak bola,bela diri.
• Lakukan pemeriksaan gigi dan gusi secara berkala enam bulan sekali misalnya.

6. THALESEMIA

Merupakan salah satu penyakit keturunan kelainan pembentukan sel darah merah. Pada thalasemia minor,si penderita hanya membawa gen thalasemia, namun ia hidup normal.tanda-tanda thalasemia tidak muncul.Thalasemia minor jika menikah dengan sesama thalasemia minor akan bermasalah.Thalasemia Mayor berkemungkinan 25% diderita setiap anak.dengan disertai keluhan anemia,loyo,lemes,sering blooding.
Antisipasi Mengatasi :
• Jika anak anda menderita thalesemia,maka harus dilakukan perawatan dan pengobatan rutin.dengan demikian si anak dapat hidup normal di tengah masyarakat.

7. HIPERTENSI

Salah satu penyebab hipertensi adalah faktor keturunan walau kecil kemungkinannya, akan tetapi tetap perlu diwaspadai sedini mungkin.
Antisipasi pencegahan:
• Kurangi makanan yang mengadung garam dan lemak yang tinggi.
• Kurangi stress, perbanyak waktu bermain si kecil
• Ajaklah si Kecil berolah raga secara teratur,
• Melakukan pemeriksaan tekanan darah sangat dianjurkan untuk deteksi dini.pada anak usia 3 tahun keatas lakukan pemeriksaanminimal setahun sekali.
• Pada Bayi juga dianjurkan, dengan kondisi tertentu.Bayi dengan BB rendah,prematur, atau bayi yang sedang dalam pengobatan yang menggunakan obat-obatan yang dapatmeninggikan tekanan darah.
• Asupan makan perlu diperhatikan,perbanyak sayur danbuah-buahan.

8. DIABETES MILLITUS

Merupakan salah satu penyakit keturunan.Jika satu atau kedua orang tua menderita penyakit ini, maka si anak akan beresiko menderita sama banyaknya,yaitu sekitar 40%. Apalagi ditunjang dengan pola gaya hidup si anak yang tidak sehat.
Antisipasi pencegahan:
• Lakukan pola gaya hidup sehat dengan mengurangi konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi tidak lebih 2.5 sendok perhari.
• Menjaga Berat badan dengan menjaga asupan makanan jika telah melampaui 110% lakukan diet low calories.sert aperbanyak aktivitas fisik.
• Konsumsi makanan kaya serat alami semisal sayuran hijau,beras tumbuk, beras merah,buah-buahan.
• Rajin berolah raga, dapat menjaga metabolisme tubuh sehingga mengurangikebutuhan tubuh akan insulin
• Penanganan DM adalah dengan mengobati gejalanya atau mencegahnya. Atur asupan makanan yang mengandung gula,karbohidrat,
• Disarankan orang tua dirumah juga menyediakan makanan mengandung gula , untuk mengantisipasi hipoglikemia/kekurangan gula darah dalam waktu cepat.
• Jauhkan anak dari asap rokok karena asap rokok salah atu faktor tambahan timbulnya komplikasi penyakit DM.
• Sediakan obat-obatan terutama bila bepergian jauh.


Semoga bermanfaat,bunda...!!


(Sumber : Dari Majalah Nakita no.470/th.IX/5 April’08)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Would you like to leave your Comment?..